Buserkpk.com | Sambas – Sejumlah warga di Kecamatan Sambas mengaku heran dengan kondisi ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di tingkat pengecer yang kerap kosong. Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat, mengingat kendaraan yang diduga milik para pengecer justru sering terlihat mengantre untuk mengisi BBM di sejumlah SPBU di sekitar Kota Sambas.
Fenomena tersebut terpantau masyarakat dalam beberapa waktu terakhir, terutama saat aktivitas pengisian BBM di SPBU cukup padat. Warga menyebutkan, sepeda motor yang biasa digunakan oleh para pengecer dengan tangki modifikasi atau tangki berkapasitas besar kerap terlihat ikut mengantre bersama kendaraan lainnya.
Namun ironisnya, ketika masyarakat mencoba membeli BBM di kios atau warung pengecer, stok bahan bakar tersebut justru sering dinyatakan habis. Kalaupun tersedia, harga jualnya dinilai jauh lebih tinggi dibandingkan harga resmi di SPBU.
“Kami sering lihat motor yang biasa dipakai pengecer ikut antre isi BBM di SPBU. Tapi saat kami mau beli di pengecer, kios atau warung katanya stok habis,” ujar salah seorang warga Sambas, Kamis (12/3/2026).
Warga juga mengungkapkan, jika BBM tersedia di tingkat pengecer, harga yang ditawarkan bisa mencapai sekitar Rp15 ribu per liter, jauh di atas harga yang berlaku di SPBU. Kondisi tersebut membuat masyarakat bertanya-tanya mengenai pola distribusi dan ketersediaan BBM di tingkat pengecer.
Situasi ini pun memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama bagi warga yang bergantung pada BBM untuk aktivitas harian, termasuk para pelaku usaha kecil yang menggunakan bahan bakar untuk menunjang kegiatan ekonomi mereka.
Selain itu, masyarakat juga menilai pengawasan terhadap distribusi BBM perlu diperkuat agar tidak terjadi praktik yang berpotensi merugikan masyarakat. Terlebih menjelang momentum Hari Raya Idulfitri, kebutuhan terhadap BBM biasanya mengalami peningkatan seiring dengan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi.
Warga berharap instansi terkait, baik pihak pengelola SPBU maupun otoritas pengawas distribusi BBM, dapat memberikan penjelasan sekaligus melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap praktik pengisian BBM oleh pihak-pihak tertentu yang diduga membeli dalam jumlah besar untuk dijual kembali.
“Harapan kami ada pengawasan dari pihak terkait, supaya distribusi BBM ini bisa berjalan lebih baik dan tidak merugikan masyarakat,” tambah warga tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu penjelasan dari pihak terkait mengenai kondisi ketersediaan BBM di tingkat pengecer di wilayah Sambas. Warga berharap persoalan tersebut dapat segera mendapat perhatian agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan bahan bakar pada masa libur Lebaran.
(Ret/Us)
Editor/Gugun*






