Buserkpk.com | SAMBAS – Progres pembangunan Peningkatan Daerah Irigasi Rawa Tebas Komplek (Kebun Jeruk) di Kabupaten Sambas terus menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, progres fisik proyek yang dikerjakan oleh PT Anugrah Bayuara Perkasa telah mencapai sekitar 85 persen hingga Rabu (29/7/2026).

Proyek strategis yang memiliki nilai kontrak sebesar Rp22.794.979.000,00 tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan infrastruktur irigasi guna mendukung pengelolaan sumber daya air dan memperkuat sektor pertanian, khususnya pada kawasan rawa di Kabupaten Sambas.

 

Konsultan Pengawas menjelaskan, capaian progres fisik tersebut menunjukkan pekerjaan berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Menurutnya, apabila kondisi cuaca tetap mendukung dan tidak terjadi hujan dengan intensitas tinggi, penyelesaian proyek diyakini dapat dilakukan sesuai target waktu yang telah ditetapkan.

 

“Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, progres pekerjaan secara umum telah mencapai sekitar 85 persen. Apabila kondisi cuaca tetap bersahabat dan tidak terkendala hujan dengan intensitas tinggi, kami optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa proses pengawasan dilakukan secara berkesinambungan untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan memenuhi spesifikasi teknis, standar mutu konstruksi, serta jadwal pelaksanaan yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja.

 

Sementara itu, Kepala Tukang, Tomo, mengatakan seluruh tenaga kerja terus diarahkan agar menjaga produktivitas sekaligus mempertahankan kualitas pekerjaan hingga tahap akhir pelaksanaan.

 

“Kami terus mengarahkan seluruh pekerja agar tetap semangat dan fokus menyelesaikan pekerjaan. Harapannya, proyek ini dapat selesai tepat waktu dengan hasil yang maksimal, sementara mutu dan kualitas pekerjaan tetap terjaga,” ungkapnya.

 

Hasil peninjauan di lokasi menunjukkan aktivitas konstruksi masih berlangsung di sejumlah titik pekerjaan. Para pekerja terlihat melaksanakan berbagai tahapan pembangunan sesuai pembagian tugas masing-masing sebagai bagian dari percepatan penyelesaian proyek.

 

Meski demikian, pelaksanaan pekerjaan masih dipengaruhi oleh faktor cuaca. Curah hujan dengan intensitas tinggi berpotensi memengaruhi ritme pekerjaan, terutama pada tahapan konstruksi yang dilakukan di area terbuka. Oleh karena itu, seluruh pihak yang terlibat terus melakukan penyesuaian jadwal kerja agar target penyelesaian tetap dapat dicapai tanpa mengurangi kualitas hasil pembangunan.

 

Dengan progres yang telah mencapai sekitar 85 persen, proyek Peningkatan Daerah Irigasi Rawa Tebas Komplek diharapkan dapat segera rampung dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan sistem pengairan pertanian, menjaga ketersediaan air, serta mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Sambas.

 

( Ns/Us*)

Red/Tim*