Buserkpk.com | Kuburaya, Kalbar – Jumat, 18 Juli 2025 | Kondisi memprihatinkan sebuah jembatan penghubung antara Dusun Kampung Baru di Trans 8 Desa Sungai Radak Satu dan Trans 11 Desa Sungai Radak Dua, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, dikeluhkan warga. Jembatan kayu yang menjadi akses vital masyarakat antar desa dan jalur utama anak-anak menuju SDN 16 Tetentang ,Sungai Radak kini rusak parah dan nyaris tak layak dilintasi.
Selain menghubungkan dua desa, jembatan tersebut berada tepat di depan Sekolah Dasar Negeri 16. Banyak siswa melintasinya setiap pagi dan siang, sebagian besar menggunakan sepeda. Warga menyebut, sudah pernah terjadi insiden anak-anak jatuh dari jembatan akibat struktur papan yang lapuk dan berlubang.
“Anak-anak yang sekolah di SD 16 sering melewati jembatan ini. Pernah ada anak jatuh saat mengayuh sepeda. Kami khawatir, tapi harus bagaimana lagi? Ini satu-satunya akses mereka,” ungkap seorang warga.
Karena belum ada penanganan resmi dari pihak berwenang, warga terpaksa bergotong-royong melakukan perbaikan darurat menggunakan bahan seadanya. Namun, keterbatasan material dan ukuran jembatan yang cukup besar membuat perbaikan hanya bisa dilakukan sebagian kecil.
“Jembatan ini panjang, dan kondisinya rusak hampir di seluruh bagian. Kami sudah berusaha perbaiki sebisanya, tapi keterbatasan bahan dan tenaga membuat hasilnya belum maksimal. Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah,” lanjut warga tersebut.
Menanggapi kondisi itu, Kepala Desa Sungai Radak Dua, Widi, membenarkan bahwa jembatan tersebut memang telah lama diajukan ke pemerintah kabupaten untuk direhabilitasi secara menyeluruh.
“Terima kasih atas informasinya. Jembatan itu memang sudah sering kami usulkan dalam musrenbang maupun secara langsung ke dinas terkait di Kabupaten. Namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut. Kami tetap berharap segera ada perhatian karena ini menyangkut keselamatan warga, terutama anak-anak sekolah,” jelas Widi saat dikonfirmasi awak media.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terkait tindak lanjut atau rencana perbaikan jembatan tersebut. Sementara itu, warga dua desa masih berjibaku menjaga agar akses penghubung yang mereka andalkan setiap hari itu tidak ambruk total.
Laporan : Yanto/Warga
Red/Gun*






