Buserkpk.com | Pontianak – Komando Inti Laskar Lapangan (KILL) Provinsi Kalimantan Barat menetapkan Afriansyah, S.Pd., M.Pd. sebagai Komandan KILL Kalimantan Barat periode 2026–2031 melalui mekanisme aklamasi dalam Musyawarah Besar (MUBES) I yang berlangsung di Hotel Harris Pontianak, Minggu, 19 Juli 2026. Penetapan tersebut menjadi penanda dimulainya kepemimpinan baru sekaligus momentum konsolidasi organisasi di bawah naungan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Pemuda Melayu (LPM) Kalimantan Barat.

Musyawarah Besar dibuka oleh Panglima Besar DPP LPM Kalimantan Barat, Hadi Firmansyah atau Adhy Black. Sidang dipimpin Ketua Steering Committee (SC) Danny Kurniawan, S.T., didampingi Amir Hamzah, Sulaiman, serta jajaran Steering Committee yang memimpin seluruh rangkaian persidangan hingga penetapan keputusan.

 

Dalam proses pencalonan, panitia mencatat terdapat tiga bakal calon yang mengikuti tahapan penjaringan. Setelah dilakukan verifikasi administrasi dan pemeriksaan persyaratan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi, hanya Afriansyah yang dinyatakan memenuhi seluruh ketentuan pencalonan. Hasil tersebut kemudian dibawa ke forum Musyawarah Besar dan disepakati secara bulat melalui musyawarah mufakat sehingga Afriansyah ditetapkan sebagai Komandan KILL Kalimantan Barat periode 2026–2031.

 

Penetapan itu dilanjutkan dengan prosesi penyerahan Pataka KILL dari Panglima Besar DPP LPM Kalimantan Barat kepada komandan terpilih. Prosesi tersebut menjadi simbol estafet kepemimpinan sekaligus penegasan amanah untuk menjaga kehormatan organisasi, memperkuat soliditas kader, dan melanjutkan pembinaan organisasi di Kalimantan Barat.

 

Dalam sambutannya, Adhy Black mengatakan Musyawarah Besar tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga forum strategis untuk memperkuat konsolidasi internal organisasi.

 

“Laskar Pemuda Melayu harus menjadi organisasi yang semakin dewasa, solid, disiplin, dan bermartabat. KILL adalah garda terdepan organisasi. Karena itu saya mengajak seluruh laskar untuk menjaga marwah Melayu, memperkuat solidaritas, menghormati setiap keputusan organisasi, serta terus mengabdi kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai-nilai adat, budaya, dan persaudaraan,” ujarnya.

 

Ia menegaskan bahwa seluruh dinamika selama proses Musyawarah Besar harus diakhiri setelah keputusan ditetapkan. Seluruh kader diminta kembali bersatu dalam satu komando untuk membangun organisasi yang profesional, menjaga loyalitas, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat.

 

Sementara itu, Afriansyah menyampaikan bahwa amanah yang diterimanya merupakan kepercayaan seluruh keluarga besar KILL, bukan kemenangan pribadi. Ia mengajak seluruh kader menjadikan hasil Musyawarah Besar sebagai titik awal mempererat persatuan organisasi.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Ini bukan kemenangan pribadi, tetapi kemenangan seluruh keluarga besar KILL. Setelah MUBES selesai, tidak ada lagi perbedaan. Saatnya kita merapatkan barisan, memperkuat solidaritas, menghilangkan sekat-sekat yang ada, serta bersama-sama membesarkan organisasi,” katanya.

 

Menurut Afriansyah, kepengurusan periode 2026–2031 akan diarahkan pada penguatan struktur organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota, peningkatan kualitas sumber daya kader, pembinaan disiplin dan loyalitas anggota, kaderisasi berkelanjutan, serta memperluas sinergi dengan pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh adat, tokoh agama, dan berbagai unsur masyarakat.

 

Ia juga menegaskan bahwa KILL akan terus menjalankan peran sebagai bagian dari Laskar Pemuda Melayu dengan menjunjung tinggi nilai adat dan budaya Melayu, memperkuat persaudaraan, serta mendukung upaya menjaga persatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Musyawarah Besar I KILL Kalimantan Barat dinilai menjadi cerminan pelaksanaan demokrasi internal organisasi yang mengedepankan musyawarah mufakat. Penetapan secara aklamasi menunjukkan kesepakatan peserta forum terhadap arah kepemimpinan baru yang diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi KILL dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Dengan kepemimpinan baru tersebut, KILL Kalimantan Barat diharapkan mampu memperkuat kapasitas organisasi, meningkatkan kualitas kader, serta memperluas peran sosial kemasyarakatan melalui semangat persatuan, disiplin, loyalitas, dan pengabdian.

 

 

“Melintang Patah Membujur Lalu.”

“Bersatu, Berdisiplin, Berkarya, Mengabdi untuk Bangsa.”

 

 

Tim Humas : Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Pemuda Melayu (LPM) Kalimantan Barat.

Red/gun*