Buserkpk.com | PONTIANAK, 1 November 2026 – Perkumpulan Pimpinan Media Independen ⁦(P2MI)⁩ Provinsi Kalimantan Barat menggelar Rapat Pleno Pengurus, Minggu (1/11/2026), di Pontianak. Pertemuan ini bukan sekadar rutinitas administratif akhir tahun, melainkan sebuah konsolidasi strategis untuk memetakan ulang peran media independen di tengah disrupsi informasi dan eskalasi kerentanan sosial di daerah.

‎Bertempat di Sekretariat P2MI Kalbar, Jalan Putri Candramidi Nomor 88, Sungai Bangkong, rapat yang dibuka oleh Sekretaris P2MI Kalbar, Suheri, ini dihadiri langsung oleh Ketua P2MI Kalbar, Thomas Mamahani, beserta jajaran pengurus inti. Agenda utama pleno ini adalah mematangkan persiapan Rapat Akhir Tahun ⁦(RAT)⁩ yang dijadwalkan pada 1 Desember 2026 mendatang.

‎Thomas Mamahani menegaskan bahwa pleno ini memiliki bobot strategis yang melampaui kepentingan internal organisasi. Menurutnya, di tengah lanskap media yang semakin terkomodifikasi, P2MI Kalbar harus bertransformasi dari sekadar penyaji berita menjadi katalisator resolusi sosial.

‎”Rapat pleno ini adalah momentum evaluasi kritis dan penyegaran kepengurusan. Kita tidak bisa lagi beroperasi dengan cara lama. Media independen di daerah harus hadir bukan hanya untuk memberitakan masalah, tetapi merumuskan inisiatif solusi bersama elemen masyarakat lainnya,” ujar Thomas dalam arahannya.

‎Sorotan paling tajam dalam pleno ini adalah pematangan tema besar RAT 2026: “Isu Sosial Generasi Muda, Literasi, dan Pembangunan Inisiatif Daerah.” Pemilihan tema ini merupakan respons analitis P2MI Kalbar terhadap fenomena bonus demografi yang di Kalimantan Barat berbanding lurus dengan kenaikan kerentanan sosial, seperti kenakalan remaja, degradasi literasi digital, hingga polarisasi di ruang siber.

‎P2MI Kalbar memandang bahwa literasi di era pasca-2025 bukan lagi sekadar kemampuan membaca teks, melainkan “imunitas kognitif” masyarakat—khususnya generasi muda—dalam menyaring misinformasi, hoaks, dan narasi radikal.

‎Untuk membedah problematika ini secara komprehensif, P2MI Kalbar merancang model Triangulasi Dialog. Pendekatan ini melibatkan sinergi lintas sektoral dengan menghadirkan aparat penegak hukum ⁦(Polda Kalimantan Barat)⁩, akademisi, dan insan media sebagai narasumber utama.

‎”Kami secara khusus akan melibatkan mahasiswa sebagai peserta inti. Mereka bukan objek, melainkan subjek perubahan. Ruang dialog ini akan mempertemukan nalar kritis generasi muda dengan perspektif keamanan dari kepolisian, serta objektivitas dan kedalaman analisis dari media dan akademisi,” tambah Thomas.

‎Eksekusi Teknis dan Kohesi Sipil
‎Secara teknis, eksekusi kegiatan akbar akhir tahun ini akan dieksekusi oleh panitia yang telah dibentuk dalam pleno, terdiri atas Ismail ⁦(Ketua Panitia)⁩, Fredy Legito ⁦(Sekretaris)⁩, dan Riska Wulandari ⁦(Bendahara)⁩.

‎Panitia menargetkan partisipasi eksklusif bagi 50 hingga 100 peserta yang direkrut dari elemen mahasiswa, organisasi pemuda, dan praktisi. Sosialisasi dan penjaringan peserta dijadwalkan berlangsung pada akhir November 2026, memastikan bahwa peserta yang hadir adalah mereka yang memiliki komitmen nyata terhadap isu pembangunan daerah.

‎Melalui langkah strategis di akhir tahun 2026 ini, P2MI Kalbar mengirimkan sinyal kuat bahwa organisasi media independen di daerah tidak boleh tergerus oleh algoritma dan komersialisasi platform digital. Lebih dari itu, P2MI Kalbar memposisikan diri sebagai garda terdepan dalam menjaga kohesi sosial, memperkuat literasi publik, dan mendorong pembangunan Kalimantan Barat yang inklusif dan berkelanjutan.

‎RAT P2MI Kalbar pada 1 Desember 2026 kelak diharapkan tidak hanya menghasilkan laporan pertanggungjawaban, tetapi juga melahirkan “Deklarasi Pontianak” atau rekomendasi kebijakan yang menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam menangani isu sosial generasi muda.

 

Sumber/Ketua P2MI Kalbar.
Redaksi/TGUN*